Shubuh
Anak manusia meramaikan gemerlap.
Terang benderang cahaya kendarannya,
di luar nalar, berselimut gelap hatinya.
Entah, sampai kapan mencari materi ?
Induk ayam menggiring anak-anaknya ke singgasana mulia, penuh takjub.
Gedung-gedung tua mulai enggan disinggahi tamu
hanya ada pernak-pernik mewah di genggamnya.
Sedang di surau sudah dikumandangkan adzan.
Nasib sial anak manusia sibuk dengan dunia
mencari materi bermateri hingga mampus.
Terdengar di telinga saja, celakalah anak manusia itu.
Terang benderang cahaya kendarannya,
di luar nalar, berselimut gelap hatinya.
Entah, sampai kapan mencari materi ?
Induk ayam menggiring anak-anaknya ke singgasana mulia, penuh takjub.
Gedung-gedung tua mulai enggan disinggahi tamu
hanya ada pernak-pernik mewah di genggamnya.
Sedang di surau sudah dikumandangkan adzan.
Nasib sial anak manusia sibuk dengan dunia
mencari materi bermateri hingga mampus.
Terdengar di telinga saja, celakalah anak manusia itu.
Manusia tak luput dari lupa
Arlan Setiawan
Komentar
Posting Komentar