Lara
Lika-liku mendaki, kika-kiku menerjang.
Berhari membasahi bumi, berlari membumbui bumi.
Suasana mencekam, cekam tanda lara.
Bertakjub bintang fana jiwa nya.
Gemerlap kota tak bisa diandalkan,
mengandalkan apa yang diandalkan.
Kabut menyinggahi yang tak semestinya disinggahi.
Penuh harap gemerlap cahaya.
Hati berdegub kencang, kusut menjalar melaju.
Abaikan segala perihal sementara.
Bergejolak naungan ini, bergejolak muatan ini.
Fana, hunian ternyaman yang hendak dicari.
Berhari membasahi bumi, berlari membumbui bumi.
Suasana mencekam, cekam tanda lara.
Bertakjub bintang fana jiwa nya.
Gemerlap kota tak bisa diandalkan,
mengandalkan apa yang diandalkan.
Kabut menyinggahi yang tak semestinya disinggahi.
Penuh harap gemerlap cahaya.
Hati berdegub kencang, kusut menjalar melaju.
Abaikan segala perihal sementara.
Bergejolak naungan ini, bergejolak muatan ini.
Fana, hunian ternyaman yang hendak dicari.
Arlan Setiawan
Komentar
Posting Komentar