Dimensi Rasa
Aku menanti dalam sore ini.
Ketika angin sore membawa kabar,
bersahabat dengan pena dan secarik kertas
untuk mendefinisikannya.
Sejatinya, kau adalah juru masak yang hebat.
Bukan lelucon tapi dengan segenggam bumbu kau buktikan. Siapa yang bisa mendefinisikan ini lelucon ? Dasar minyak berkepala api.
Sialnya, ku temukan gula yang mencerminkan juru masak itu.
Aku ini apa ? hanya semut hitam tak berkuasa.
Disana semut-semut rakus siap melahap butiran gula itu.
Ah sial, aku iri dengan semut rakus itu.
Ketika angin sore membawa kabar,
bersahabat dengan pena dan secarik kertas
untuk mendefinisikannya.
Sejatinya, kau adalah juru masak yang hebat.
Bukan lelucon tapi dengan segenggam bumbu kau buktikan. Siapa yang bisa mendefinisikan ini lelucon ? Dasar minyak berkepala api.
Sialnya, ku temukan gula yang mencerminkan juru masak itu.
Aku ini apa ? hanya semut hitam tak berkuasa.
Disana semut-semut rakus siap melahap butiran gula itu.
Ah sial, aku iri dengan semut rakus itu.
Dirumah dengan pena, kertas, dan kopi.
Arlan Setiawan
Komentar
Posting Komentar