Pemilu 2019

Tahun ini, tumpukkan dosa berhawa nafsu.
Nafsu atas pribadinya untuk perut pribadinya.
Sampah yang mengocok perut,
lalu dimuntahkan ocehan mulut berbau nazar.

Apa arti kesatuan sebenarnya ?
Saling menjatuhkan di kursinya, mematikan rasa kemanusiaan di hadapan orang yang terbius.
Aneh.. sampah yang satu ini.

Mempermainkan angka demi fana nya sebuah kehormatan, menggandeng manusia tak berdosa.
Mencari simpati di hadapan udang-udang keropos
lalu seakan hilang ingatan seperti kelainan jiwa.

Licik sindir diutarakan mengacu kepada lawannya,
hanya untuk mengangkat trofi kemenangan
di hadapan orang bodoh yang saling riuh meriuh tepuk tangan.

Sudah duduk seakan lupa atas ocehan mulutnya.
Yang dipikir hanya perut nya sendiri.
Tersesal atas terbius nya.
Sekarang hanya bisa dipermainkan dalang penguasa.

Arlan Setiawan



Komentar

Postingan Populer