Desember 2014
Berlalu lalang seorang diri menyatu menjadi kelompok.
Kelompok yang dipandang hina atasan,
kelompok tak bermateri digerus jabatan,
kelompok ingusan berbekal ocehan mulut.
Masih terbayang, cebong bermata empat tak bermoral membudaki anak negeri.
Paksaan yang tak bermoral,
pikirnya hanya uang, uang, dan uang.
Runtuh halaman kampung nan damai.
Brutal perbuatan, buntu sudah sengala masukan.
Terdengar tangis histeris menjerit.
Apa boleh buat? kamilah yang runtuh di negeri sendiri.
Kelompok yang dipandang hina atasan,
kelompok tak bermateri digerus jabatan,
kelompok ingusan berbekal ocehan mulut.
Masih terbayang, cebong bermata empat tak bermoral membudaki anak negeri.
Paksaan yang tak bermoral,
pikirnya hanya uang, uang, dan uang.
Runtuh halaman kampung nan damai.
Brutal perbuatan, buntu sudah sengala masukan.
Terdengar tangis histeris menjerit.
Apa boleh buat? kamilah yang runtuh di negeri sendiri.
Kapuk pulo, 24 Desember 2014
Korban kebrutalan
Arlan Setiawan
Komentar
Posting Komentar