Orang Tua
Menunggu cemas langit memandang
sambutan bumi hangatnya matahari
Mengapa aku membalasnya dengan isak tangis ?
Adilkah?
Tanpa mereka hamba lemah, bagai pulpen tanpa buku, pagi tanpa malam, burung tanpa sayapnya.
Bagaikan tameng melindungiku
dari goresan pedang...
Buku yang digoresi oleh tinta bagai ilmu yang telah ditanam.
Jasa mereka bagai rumput yang selalu tumbuh lekas pangkas.
sambutan bumi hangatnya matahari
Mengapa aku membalasnya dengan isak tangis ?
Adilkah?
Tanpa mereka hamba lemah, bagai pulpen tanpa buku, pagi tanpa malam, burung tanpa sayapnya.
Bagaikan tameng melindungiku
dari goresan pedang...
Buku yang digoresi oleh tinta bagai ilmu yang telah ditanam.
Jasa mereka bagai rumput yang selalu tumbuh lekas pangkas.
Manusia penuh dosa
Arlan Setiawan
Komentar
Posting Komentar